Jumat, 07 Juni 2013

MEMORY


A.   Defenisi

Memory merupakan suatu kemampuan untuk menerima informasi overtime melalui tiga proses yaitu encoding (pembentukan), storing dan retriving. Istilah memori bukan berarti mengcopy informasi yang ada tetapi mempresentasikan informasi secara akurat untuk menghindari informasi yang bersifat error / bias.

ENCODING à membuat metal representation dari informasi tersebut, sehingga kita dapat menempatkannya di dalam memori.

Contoh : Rajan melakukan encoded pada nomor 111, dengan mengasosiasikannya pada Admiral Nelson, seseorang yang memiliki 1 mata, 1 lengan, dan 1 kaki.

STORING à merupakan proses penempatan pembentukan informasi ke dalam bentuk relatif permanen sehingga agar mudah diingat

RETRIVING à proses pengambilan kembali informasi (recall) yang telah di simpan dalam short-term atau long-term

B.   3 JENIS MEMORY

1.    Sensory memory, merupakan proses penerimaan informasi , dimana informasi tersebut berlaku dalam periode waktu yang instant
Fungsi sensory memory yaitu :
·         prevent à bertugas sebagai pelimpahan banyak informasi karena beberapa informasi sensory akan hilang dalam beberapa detik
·         gives decision time à sensory memory memberi sedikit waktu untuk memustuskan apakah informasi yang didapat menarik atau penting. Informasi yang anda fokuskan secara otomatis akan ditransfer pada short-term memory
·         provides stability, playback, and recognition à pada tahap ini dikenal Echoic Memory , dimana Echoic memory merupakan salah satu register memori sensoris, sebuah komponen dari sensoris memori yang khusus untuk mempertahankan ind=formasi pendengaran

2.    Short-term , merupakan proses penyimpanan informasi sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi tersebut, masih dibutuhkan.
Jumlah informasi yang bisa disimpan dalam memori jangka pendek terbatas. Chunking adalah suatu proses yang dapat memperluas kemampuan untuk mengingat hal-hal dalam jangka waktu pendek.

Fungsi Shirt-term memory
·         Attending à membantu kita untuk lebih sedikit mengambil/ menangkap informasi yang bersifat relevan
·         Rehearsing à unutk menangkap innformasi dalam jangka pendek selamakita memberi perhatian  kepada informasi tersebut.
·         Storing à tidak hanya menangkap informasi dalam jangka pendek, tetapi juga membantu penyimpanan atau pembentukan informasi pada tahap long-term

3.    Long-term memory , merupakan suatu proses penyimpanan memori permanen atau masih dapat diingat beberapa minggu / lebih setelah saat pertama memandangnya. Biasanya dengan adanya proses pengulangan. Contoh : ketika kita meingat lirik lagu, kita pasti akan mendengarkannya secara berulang-ulang, sehingga kita dapat dengan mahir mengingatnya.

TIPE LONG-TERM MEMORY
a.    Procedural memori  : memori untuk movement dan kemampuan
b.    Semantic memori     : memori untuk pengartian tanpa bergantung pada waktu dan tempat
c.    Episodic  memori     : harus ada stimulus terlebih dahulu, baru bisa ingat

C.   PERBEDAAN LTM DAN STM
1.    Jumlah informasi yang disimpan dalam LTM sangat luas, kita tidak dapat meninjau informasi yang dilakukan LTM ketika kita meninjau informasi pada STM
2.    Informasi yang diperoleh dalam LTM dan STM berbeda, karena pada STM lenih berfokus pada kualitas fisik, tetapi pada LTM  lebih kepada pengartian primary/semantic code
3.    Proses terbentuknya STM, informasi yang didapat tidak diproses/ dimunculkan dalam (drop of system) , sedangkan LTM permanen
4.    Perbedaan lokasi dan fungsi dalam otak, STM berlangsung pada frontal lobes of the cerebral cortex , sedangkan LTM, berada pada hippocampus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar