Selasa, 04 Juni 2013

EMOSI

A.    PENGANTAR  

Emosi adalah suatu keadaan dimana kita menerima rangsangan dari luar, baik rangsangan positif maupun negatif

Contoh : rasa bahagia, marah, senang, sedih, dll

Watson-tellegen menggambarkan bagaimana mereka mendeskripsikan bagian-bagian emosi yang diibaratkan seperti mata angin yang berlawanan timur-barat, selatan-utara.

Bagian-bagian emosi adalah :

1.  High possitive effect
2.  Low possitive effect
3.  High negative effect
4.  Low negative effect

Ada 4 elemen dasar emosi yaitu :

a. Stimulus
b. Pengalaman
c. Psychological arousal
d. Perilaku

B.     TEORI EMOSI

Teori James-Lange, emosi identik dengan peredaran darah. James menyatakan bahwa emosi ialah hasil persepsi orag terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respon terhadap rangsangan-rangsangan dari luar. Contoh : nangis à sedih, pukul à marah

Teoti camon-board  (menolak teori james) menjelaskan bahwa persepsi terhadap objek yang dapat menimbulksn emosi di proses secara simultan oleh dua intansi sistem saraf otonom dan cerebral cortex.

 Teori kognitif tentang emosi (Magda Arnold , Albert Ellis, Sandley), emosi adalah interpretasi kognitif dari rangsangan emosional (dari luar atau dalam tubuh). Proses interpretasi emosi terbagi 2 yaitu :

a. Interpretasi stimulus dari lingkungan
b. Interpretasi stimuli dati tubuh yang dihasilkan dari arousal saraf otonom

LIE DETECTOR

Merupakan alat untuk menguji kebohongan , sering digunakan untuk investigasi seseorang dalam kasus perampokan yang mengindikasikan sistem saraf otonom , seperti keringat, tekanan darah dengan menggunakan alat yang disebut polygraph

Role of learning and culture in Emotions

Dalam pengekspresian emosi, pada setiap yang dipengaruhi pembelajaran dan budaya
  • The persuit of Happiness (mengejar kebahagian)
  • Keberagaman manusia : perbedaan budaya dalam kebahagiaan, perbedaan jelas, bahwa antara suatu negara lain tingkat kebahagiaanya berbeda.

Contoh : Denmark 33 % lebih bahagia daripada masyarakat Jepang. Hal ini terjadi karena Jepang telah memperhatikan kesejahteraan kelompok daripada kesejahteraan individu, sehingga hal ini membatasi individu untuk berekspresi

AGGRESI : aspek emosional dan aspek motivasi

Agresi adalah emosi negatif yang berada dalam diri manusia untuk mencelakakan seseorang. Perilaku agresi ada 4 yaitu :

a. Unsur Subjective Judgement Dorman (perilaku agresi dipandang pada sisi niat)
b. Offensive Aggression ( Agresi diarahkan secara tidak langsung)
c.  Retaliaty Aggression (respon provoksi)
d.  Instrumental Aggresion (sama-sama untuk mencapai tujuan lain)

Ada 5 aspek yaitu :
a.   Teori Freud’s Instinct 
       Aggresi disebabkan oleh hereditas / naluri manusia dari sejak lahir
b.   Frustation Aggression Theory
       Apabila manusia mempersepsi bahwa dirinya dihambat untuk mencapai tujuan frustasi itu akan berubah jadi agresi
c.   Social-Learning Theory 
      Agresi muncul karena adanya pembelajaran / oeniruan , reinforcement
d.   Cognitive theory of aggression
      1.   Superiority : terlahir “inferior” dalam tindak aggresi
      2.   Victims of injustice : merasa menjadi korban sehingga bertindak agresi
      3.   Vulneribility : kelompok merasa rentang terhadap serangan
      4.   Distrust : kelompok tidak percaya dengan orang lain
      5.   Helplessness : tidak ada jalan keluar
e.    Violent Youth Gangs
       Contoh : AS sedang marak dengan gang kekerasan, hal ini disebabkan cara orangtua dalam menghukum anaknya.sehingga anak cenderung untuk meniru (mem-bully) kawan sebayanya, atau reaksi penolakan dari kelompok dan pengaruh dari TV




Tidak ada komentar:

Posting Komentar