Selasa, 11 Juni 2013

ALIRAN KOGNITIF

         Aliran kognitif merupakan aliran yang lebih terfokus kepada pemikiran ingatan manusia. Pendekatan kognitif lebih mengutamakan proses bukan hanya hasil. Bagi aliran ini, belajar melibatkan proses berpikir yang kompleks. Aliran ini melihat bahwa perilaku manusia dibentuk berdasarkan bagaimana cara mereka mempersepsi,mengorganisasi dan mengolah informasi. Kognitif meliputi higher mental proses seperti pengetahuan, intelegensi, pikiran imajinasi, daya cipta, perencanaan, penalaran, ingatan,perhatian, mimpi.

 
         A.   SEJARAH RINGKAS ALIRAN KOGNITIF

Mulanya revolusi kognitif adalah ketika para ahli psikologi kecewa tentang batasan dan cara behaviourisme. Faktor lain adalah kemunculan komputer dimana kemunculan ini menyebabkan manusia lebih percaya  Faktor lain yang penting

ialah kemunculan komputer di mana memberikan kebolehpercayaan metafora manusia

memproses maklumat dan alat penting sebagai model dan penjelajahan proses kognitif manusia

 
B.   TOKOH-TOKOH DAN TEORINYA

·         Teori Perkembangan Kognitif – Jean Piaget (1896 – 1980 )
       Menutur Piaget,perkembangan ini dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu:
1.    Kematangan à kematangan otak atau susunan saraf memungkin anak untuk menggunakan pikiran dan bahasa. Yang tepenting bukanlah apakah kematangan mempunyai pengaruh melainkan sejauh mana pentingnya peran kematangan dan bagaimana pengarus tersebut berlangsung.
2.    Pengalaman.
3.    Transmisi sosial à adanya pengaruh sosial terhadap pemikiran anak. Dapat juga diartikan sebagai penanaman nilai-nilai melaui pendidikan ataupun bahasa yang strukturnya dapat membuka kemungkinan-kemungkinan yang baru.
4.    Equilibrium à keseimbangan dan kontrol antara bawaan dan faktir pengalaman. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan seperti kematangann, pengalaman, lingkungan fisik serta lingkungan sosial.

 
Menurut Piaget, ada 3 konsep pembelajaran kognitif, antara lain :
a.    Belajar aktif à Untuk membantu perkembangan kognitif anak, perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan anak belajar sendiri. Misalnya : melakukan kerajinan tangan sendiri ataupun membandingkan penemuan/praktikum sendiri.
b.    Belajar lewat interaksi sosial à Interaksi dalam belajar sangat dibutuhkan karena interaksi antara subjek belajar dapat membantu perkembangan kognitif si anak.
c.    Belajar dari pengalaman sendiri à dengan menggunakan pengalaman nyata, maka perkembangan kognitif seorang anak akan lebih baik daripada hanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi.

 
·           Teori  free discovery learning (Jerome Bruner)
Bruner menyatakan dalam belajar terdapat 4 hal pokok yang perlu diperhatikan   :
àPengalaman-pengalaman optimal untuk mau dan dapat belajar. Dalam pembelajaran dibutuhkan pengalaman untuk melakukan sesuatu dimana pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman yang positif. Maka dari itu murid tidak akan melakukan banyak kesalahan lagi. Guru pun memberikan banyak kesempatan kepada murid untuk mengoptimalkan pengalamannya.
1.         Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. Artinya pembelajaran hendaknya dapat memberikan struktur yang jelas dari suatu pengetahuan yang dipelajari anak-anak
2.        Perincian urutan penyajian mata pelajaran.
Pendekatan pembelajaran dilakukan dengan siswa dibimbing melalui urutan masalah, sekumpulan materi pelajaran yang logis dan sistematis untuk meningkatkan kemampuan dalam menerima, mengubah dan mentransfer apa yang telah dipelajari. Urutan materi sangat berpengaruh pada tingkat kemampuan siswa dalam menguasai materi tersebut.
3.         Cara pemberian “reinforcement”
Brunner mendukung adanya hadiah dan hukuman dalam pembelajaran yang digunakan sebagai reinforcement untuk siswa. Sebab Brunner mengakui bahwa suatu ketika hadiah ekstrinsik bisa berubah menjadi dorongan yang bersifat intrinsic. Demikian juga pujian dari guru adalah dorongan bersifat ekstrinsik dan keberhasilan memecahkan masalah

 
·      David Ausuble
àAusuble mngemukakan tentang meaningful learning. Belajar bermakna adalah proses menghubungkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Prasyarat belajar bermakna adalah: materi yang akan dipelajari bermakna secara potensial dan anak yang belajar bertujuan melaksanakan belajar bermakna. Empat prinsip pembelajaran, antara lain:

a. Pengatur Awal (Advance Organizer)
Pengatur awal atau bahan pengait dapat digunakan guru dalam membantu mengaitkan konsep lama dengan konsep baru yang lebih tinggi maknanya. Penggunaan pengatur awal yang tepat dapat meningkatkan pemahaman berbagai macam materi pelajaran, terutama materi pelajaran yang mempunyai struktur yang teratur.

 
b. Diferensiasi Progresif
Di dalam proses belajar bermakna perlu adanya pengembangan dan elaborasi konsep-konsep. Caranya unsur yang paling umum dan inklusif diperkenalkan lebih dahulu kemudian baru yang lebih mendetail, berarti proses pembelajaran dari umum ke khusus.

 
c. Belajar Superordinat
Belajar superordinat adalah proses struktur kognitif yang mengalami pertumbuhan ke arah deferensiasi, terjadi sejak perolehan informasi dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif tersebut. Proses belajar tersebut akan terus berlanjut hingga suatu saat ditemukan hal-hal baru. Belajar superordinat akan terjadi bila konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya merupakan unsur-unsur dari suatu konsep yang lebih luas dan inklusif.

 
d. Penyesuaian Integratif
Pada suatu saat siswa kemungkinan akan menghadapi kenyataan bahwa dua atau lebih nama konsep digunakan untuk menyatakan konsep yang sama atau bila nama yang sama diterapkan pada lebih satu konsep. Untuk mengatasi pertentangan kognitif itu, Ausuble juga mengajukan konsep pembelajaran penyesuaian integrative. Caranya, materi pelajaran disusun sedemikian rupa, sehingga guru dapat menggunakan hierarki-hierarki konseptual ke atas dan ke bawah selama informasi disajikan.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar