Selasa, 14 Mei 2013

PROSEDUR PEMBELAJARAN CLASSICAL CONDITIONING DAN OPERANT CONDITIONING


I.                   Defenisi belajar

Belajar merupakan atahapan dalam kehidupan yang berhubungan pada suatu perilaku relatif permanen dan disebabkan oleh pengalaman. Salah satunya Classical Conditioning    (belajar klasik) merupakan tipe belajar yang pengkondisiannya disebabkan oleh adanya rangsangan / stimulus netral yang memunculkan respon. Teori  belajar klasik ini diperkenalkan pertama sekali oleh seorang Psikolog bernama Ivan Pavlov (1904) yang berhasil memperoleh Nobel atas bidang digesti.Pavlov mengobservasi hubungan intensitas saliva anjing dengan daging dan bel.Ivan Pavlov menemukan bahwa ternyata saliva anjinga tidak hanya keluar ketika diberi stimulus makanan, tetapi juga keluar ketika tidak diberi stimulus secara langsung.

Pada tahap awal sebelum pengkondisian, Pavlov memberikan dua stimulus yang tidak berkaitan yaitu bel dan daging. Bel dinyatakan sebagai stimulus netral karena secara alami bel tidak menghasilkan respon (salivasi) dari anjing. Kemudian daging sebagai stimulus tidak terkondisikan (UCS), karena secara alami daging kan menghasilkan respon (salivasi) dari anjing. Sementara respon  yang dialami anjing berupa saliva yang berasal dari stimuli anjing, akan menghasilkan respon yang tidak terkondisikan (UCR).

Tahap kedua, stelah pengkondisian. Anjing mengeluarkan salivaketika diberikan stimulus makanan (UCS) dan bunyi bel (netral) secara bersamaan. Hal ini merupakan hasil dari penggabungan stimulus netral dengan stimulus yang tidak terkondisikan  dan mengahsilkan respon yang tak terkondisikan ( UCR)

Tahap ketiga,  setelah pengkondisian. Anjing mengeluarkan saliva hanya dengan mendengar suara bel (stimulus yang dikondisikan) secara otomatis. Hal ini terjadi karena anjing sudah terbiasa mendapat stimulus bel dan makanan secara bersamaan, sehingga ketika bel dibunyikan anjing menerjemahkan bahwa bunyi bel tersebut menandakan adanya makanan, Proses belajar disebut proses belajar klasik yang menghasilkan respon terkondisi (CR).

Pada tahun 1920, tokoh behavioristik Jhon B. Watson dan rekannya Rosalie Rayner memperkenalkan apa yang memungkinkan (kemungkinan besar) terjadinya Classical Conditioning

Watson’s Experiment : Watson telah memastikan bahwa ketakutan manusia diperoleh dari Classical Conditioning dan mencari test unutk ide ini dengan mengerjakan / menguji ketakutan anak umur 10 bulan bernama Albert Kecil.

1.      Albert dihadapkan dengan tikus, ternyata ia tidak takut.

2.      Saat ia sedang bermain dengan tikus, sebuah palang besi dibunyikan sangat keras dibelakang Albert

3.      Albert menangis ketakutan, hingga peristiwa itu tujuh kali diulang

4.      Akhirnya Albert memberikan respon (takut) pada saat tikus di dekatkan kepadanya

5.      Albert belajar melalui proses Conditioning untuk takut dengan tikus

OPERANT CONDITIONING

Merupakan bentuk pembelajaran asosiatif saat konsekuensi dari sebuah perilaku mengubah kemungkinan berulangnya perilaku. Teori ini dikembangkan oleh Burrhus Frediric Skinner (1938). Skinner memilih kata “operant” unutk menjelaskan perilaku individu/organisme, perilaku yang mengoperasikan lingkungan dan sebaliknya

Contoh : ketika anak mendapat nilai 10 dalam ujiann matematika, ibunya memberikannya reward atas kerja keras yang dilakukannya sebagai reward

PROSEDUR BELAJAR OPERAN

1.      Law of effect

Hukun ini menyatakan bahwa perilaku yang diikuti oleh hasil positif akan dikuatkan sementara perilaku yang diikuti dengan hasil yang negatif akan melemah.

Contoh : Thorndike (1905) tertarik dengan kecerdasan hewan, yang diteliti dengan alat yang dinamakan “puzzle box”, dimana di dalam kotak ini terdapat kucing lapar , dan disisi luar kotak diletakkan ikan segar. Unutk mengambil ikan tersebut, kucing harus belajar untuk membukapintu kotak dengan menekan/ menginjak sebuah pedal didalamnya. Awalnya kucing menggunakan respon yang tidak efektif dengan mencaka- cakar sudut kotak dan menggigitnya. Hingga pada saat tertentu kucing tidak sengaja menyentuh / menginjak pedal dan pintu itu punterbuka dan ia dapat memakan ikan tersebut.

2.      Reinforcement (penguatan)

merupakan suatu proses pada sebuah rangsangan / peristiwa dikuatkan atau dihilangkan kemungkinan dari suatu perilaku atau suatu peristiwa yang menyertainya.

Penguatan terbagi dua yaitu :

a.       Positive reinforcement

Frekuensi semakin meningkat dari suatu perilaku karena perilaku tersebut diikuti oleh rangsangan ganjaran. Contoh : jika guru memberi reward setiap anda menyelesaikan PR, anda mungkin akan mengulangi perilaku itu dimasa yang akan datang, sehingga membuat anda unutk eajin menyelesaikan PR

 

 Dua hal penting yang harus diingat dalam menggunakan positive reinforcement yaitu :
  • ·   Timing
  •      Konsekuensi dalam pemberian penguatan
  Penguatan positif terbagi dua yaitu :
·  Penguatan primer : penguatan secara ilmiah yang memuaskan , tidak memerlukan pengajaran dari organisme unutk menghasilkan efek

Contoh : makan dan minum

              Penguatan skunder : memiliki nilai positif melalui pengalaman. (penguatan yang dikondisikan)

Contoh pujian dan tepuk tangan

                Jadwal dalam penguatan positif

            Merupakan jadwal yang menetukan kapan sebuah perilaku akan dikuatkan, dimana perilaku dikuatkan setiap perilaku tersebut muncul. Terdapat 4 jenis jadwal penguatan utama yaitu :

a.      Fixed ratio schedule
         Menguat perilaku setelah terdapat beberapa perangkat perilaku
b.      Variable ratio schedule
          Pengganjaran terhadap perilaku diberikan setelah muncul beberapa kali
c.       Fixed interval schedule
          Menguatkan perilaku pertama setelah jangka waktu tertentu
d.      Variable interval schedule
          Perilaku dikuatkan setelah jumlah waktu tertentu yang bervariasi telah berlalu

 
b.      Negative reinforcement

Dapat memperkuat perilaku karena dapat menghentikan / menghilangkan pengalaman yang tidak menyenangkan

Contoh : jika kita tidak mengerjakan PR maka nilai kita akan rendah. Ibu kita secara terus menerus (mengomel) mengingatkan kita agar mengerjakan PR, sehingga akhirnya kita pun akan mengerjakan PR agar terhindar dari omelan orangtua.

 

Ada 2 tipe negative reinforcement yaitu :

a.      Escape conditioning merupakan penguatan perilaku karena adanya suatu kejadian yang menghasilkan efek negatif.

Contoh : anak yang menangis jika dibelikan boneka, karena tidak tega maka ibu membelikannya boneka, sehingga telah terjadi penguatan negatif dimana anak akan menjadi terbiasa dengan hal itu.

b.      Avoidance conditioning merupakan penguatan perilaku / penghindaran untuk mencegah sesuatu yang tidak menyenangkan / melakukan pencegahan.

Contoh : saat anak menangis meminta boneka, ibunya marah. Karena, takut dimarahin oleh ibunya.

 Punishment  (hukuman)

 Merupakan proses dimana sebuah stimulus dapat melemahkan / menurunkan kemungkinan munculnya respon yang mengikutinya di masa mendatang.

Contoh : adik dihukum ibu tidak boleh bermain karena nilai ujiannya merah.

Hukuman positif dan negatif, tujuannya agar menurunkan kemungkinan munculnya perilaku yang sama di masa mendatang.

 Counter Conditioning  

Merupakan proses eliminasi dari respon Classical Conditioning dengan memasangkan conditioned stimulus (CS) dengan unconditioned stimulus (UCS) untuk respon yang lebih kuat daripada conditioned respon (CR) dan tidak dapat terjadi pada waktu yang sama seperti CR. Contoh : anak yang phobia dengan kucing, setelah dilakukan Counter Conditioning dengan bantuan coklat dan susu sebagai (UCS) . Anak mulai terbiasa dengan keredaan kucing.

            Generalisasi
            Merupakan kecenderungan terjadinya stimulus yang sama unutk mendapatkan respon yang sama. Contoh : Pavlov telah mengunakan lonceng, tetapi anjing masih mengeluarkan air liur. Ini menunjukkan bahwa suatu organisme yang telah terlazim dengan yang dikemukakannya suatu rangsangan yang tidak lazim (lonceng) juga akan mengeluarkan gerak balas lazim (saliva). Walaupun rangsangan itu berlainan / hampir sama. Sehingga, organisme itu dapat membuat generalisasi bahwa bunyi yang berlainan / hampir sama mungkin diikuti dengan gerak balas (makanan)  

            Shaping
            Merupakan strategi positif untuk menguatkan perilaku sukses menyerupai keinginan perilaku. Skinner box buatan B.F. Skinner sebagai penelitian untuk mengetahui prinsip pembelajaran. Penelitian ini digunakan dengan tikus yang ditempatkan di dalam kotak, dan di dalam kotak berisi alat pengungkit dan makanan. Contoh : anak belajar berjalan

Diskriminasi
Merupakan kecenderungan terjadinya respon suatu organisme kepada suatu rangsangan / satu rangsangan tetapi tidak pada rangsangan lain. Contoh : jika Pavlov menukar nada bunyi lonceng , anjing itu masih mengeluarkan saliva. Bila nada lonceng itu jauh berbeda daripada bunyi lonceng semula, anjing tersebut tidak mengekuarkan air liur. Sehingga, ia dapat mendiskriminasikan antara rangsangan yang diberikan dan memilih unutk tidak bertindak atau memberikan respon

Kepunahan ( Extinction)
Merupakan suatu kejadian dimana suatu respon yang telah terkondisi menurun dan bahkan menghilang. Contoh : pada kasus anjing, bel, dan saliva. Kepunahan dapat terjadi ketika anjing tidak lagi mengeluarkan saliva saat bel dibunyikan (sudah dikondisikan)

Spontaneous Recovery            
Merupakan terjadinya respon yang sama (setelah terkondisi) yang telah mengalami proses extinction  dan tanpa pengkondisian lebih lama

Disinhibition
          Merupakan respon yang telah lama hilang, sewaktu-waktu dapat muncul lagi

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar