Selasa, 28 Mei 2013

PRIVATE SPEECH: VYGOSTKY VS PIAGET

Persamaan:
Bahasa hanyalah bentuk lain dari perilaku. Vygotsky dan Piaget yakin bahasa dipelajari khususnya melalui penguatan dan imitasi, walaupun kemungkinan ini lebih merupakan usaha yang memudahkan pembelajaran bahasa daripada hal mutlak diperlukan. Vygotsky dan Piaget sama-sama berpendapat bahwa bahasa berperan penting terhadap perilaku. Misalnya, menurut Piaget, dua macam perkembangan dapat terjadi sebagai hasil dari perkembangan atau aktivitas bahasa, yaitu asimilasi dan akomodasi. Suatu perkembangan disebut asimilasi jika aktivitas terjadi tanpa menghasilkan perubahan pada anak, sedangkan akomodasi terjadi jika anak menyesuaikan diri terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya. Kesamaan lainnya adalah, menganggap bahwa private speech sebagai salah satu kegiatan alami yang umumnya dilakukan oleh setiap anak.
Vygotsky dan Piaget memandang bahwa pada masa early chilhood aak-anak sering menggunakan private speeh, apalagi dalam proses bermain yang imajinatif dan kreatif. Misalnya, anak-anak sering berbicara untuk diri mereka sendiri ketika bermain permainan imajinatif seperti bermain boneka. Private speech berkaitan lebih kepada kreatifitas dalam bermain, dimana semakin sering anak-anak terlibat dalam private speech, maka semakin kreatif, fleksibel-lah pemikiran mereka.
Private speech digunakan oleh anak-anak secara spontan dan merupakan strategi belajar yang natural untuk meningkatkan daya memori atau kemampuan kognitif anak. Private speech digunakan berulang-ulang, untuk meningkatkan memori kerja dengan menjaga informasi untuk tetap diingat. Misalnya, seorang anak mungkin mengulang sebuah aturan atau cerita kepada dirinya untuk mengingatnya.
 
Perbedaan:
Menurut Piaget, private speech sebagai suatu tanda kematangan kognitif. Hal ini dianggap sebagai jalan mengekspresikan fantasi dan emosi. Piaget berpendapat bahwa anak-anak sangat egosentrik, mereka belum mampu mengartikan pembicaraan orang lain, dan belum dapat berkomunikasi dengan jelas dan mereka berbicara ketika sedang melakukan sesuatu, karena pada dasarnya mereka belum dapat membedakan antara kata dan simbol. Pada akhir tahap preoprational, kematangan kognitif dan interaksi sosial akan berkembang, dan lambat laun sifat egosentrik semakin berkurang dan mampu berpikir secara simbolik.
Menurut Vygotsky, kebalikan dari pandangan Piaget, bahwa sebenarnya, anak itu tidak egosentrik. Private speech dianggap sebagai suatu bentuk khusus dari komunikasi, dimana seorang anak berbicara kepada dirinya sendiri. Hal ini merupakan suatu fungsi yang penting sebagai masa transisi antara early social speech (terbentuk ketika pengalaman semakin dewasa) dan inner speech (thinkin’ in words). Private speech dianggap sebagai sebuah stimulus dalam membantu anak pada masa early childhood untuk dapat mengembangkan kemampuan interaksinya, sehingga pada akhirnya, anak tersebut memiliki usaha untuk mengontrol perilaku mereka dalam suatu lingkungan.
Private speech yang dikemukakan oleh Vygotsky ini memiliki banyak sekali kegunaan. Seorang anak yang sering menggunakan private speech dalam perkembangan bahasanya, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih pandai berkomunikasi dan berinteraksi secara social dibandingkan dengan anak yang sedikit bahkan tidak pernah menggunakan private speech. Sehingga bisa dikatakan bahwa private speech merupakan transisi awal untk menjadi seseorang yang komunikatif secara social. Selain itu, ternyata private speech juga memiliki peran dalam bagaimana harus menata perilaku. Private speech juga mampu membantu anak dalam membentuk pribadi yang penuh perhatian serta memiliki kinerja yang bagus.
Sumber:
1. Papalia, D.E. Human Development 10th ed. New York: McGraw-Hill Companies, Inc., 2007, halaman 267.
2. Ali Edu Blog: ww.aliedu.blogspot.com, tentang Perkembangan Kognitif dan Bahasa.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar