Jumat, 26 April 2013

PAUD dan TEORINYA


 
          Perkembangan pendidikan dari zaman ke zaman selalu mengalami peningkatan, terlebih juga pendidikan pra sekolah. Diawali dari Friedrick Froebel (1837) membuka sekolah Taman Kanak-kanak pertama di Jerman (Ayah pendidikan anak usia bayi). Pendidkan taman kanak-kanak perlu mengikuti sifat anak serta bermain merupakan suatu metode dari pendidikan dan cara dari anak untuk meniru kehidupan orang dewasa dengan wajar. Guru bertanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan, sehingga anak menjadi kreatif dan akan menyumbangkannya kepada masyarakat. Model rancangan sekolah Froebel di kemudian hari mempengaruhi rancangan sekolah di seluruh dunia (Patmonodewo, 2003).John Dewey tokoh yang mempengaruhi pendidikan di Amerika. Teori Dewey mengenai sekolah disebut sebagai “progressivism” yang lebih menekankan pada anak didik dan minat anak daripada matapelajaran sendiri. Sehingga muncullan istilah “child centered curriculum” dan “child centered schools”. Gerakan progresif tersebut mempertahankan bahwa sekolah sebaiknya mempersiapkan anak guna menghadapi kehidupan masa kini bukan masa yang akan datang yang belum jelas. Kelas-kelas yang mengikuti ide Dewey, anak-anak akan berpartisipasi dalam kegiatan fisik, yang tercermin dalam kegiatan lari, melompat, dan segala macam gerakan atau aktivitas. Selain itu, Dewey juga menganggap bahwa belajar adalah kegiatan yang bercorak sosial

Dalam pendidikan pra sekolah kita mengenal istilah PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ). PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pembinaan rangsangan pendidikan unutk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Adapun yang menjadi tujuan umum PAUD adalah membantu mengembangkan sluruh potensi dan kemampuan : fisik,intelektual,emosional,moral dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis, dan kompetitif. Hakekat dari paud ini sendiri adalah upaya stimulasi, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yg akan menghasilkan kemampuan & keterampilan pada anak. Titik berat pada peletakan dasar petumbuhan & perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta, emosi dan spiritual Penyelenggaraan PAUD disesuaikan dengan tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ditambah lagi IPTEK yang semakin berkembang. Ciri khas pendidikan anak usia dini adalah budi pekerti dan sistem among yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara. Bentuknya bukan seperti mata pelajaran seperti di Sekolah Dasar atau SMP tetapi lebih kepada penanaman nilai, moral, etika, dan pada akhirnya pembentukan manusia yang berkarakter. Inti dari sistem among adalah :

<!--[if !supportLists]-->1.     <!--[endif]-->Ing ngarso sing tulodo (pendidikan berada di depan wajib memberikan teladan bagi anak didik)

<!--[if !supportLists]-->2.     <!--[endif]-->Ing madya mangun karso ( pendidik berada di tengah-tengah harus lebih banyak membangun atau membangkitkan  kemauan sehingga anak mempunyai kesempatan untuk mencoba berbuat sendiri)

<!--[if !supportLists]-->3.     <!--[endif]-->Tut wuri handayani (pendidik di belakang wajib memberi dorongan dan memantau agar anak mampu bekerja sendiri).

Di Taman kanak-kanak kita juga diajarkan untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, melatih kerjasama dan mengenali lingkungan. Walaupun pada zaman sekarang pendidikan pra sekolah sudah berkembangan pesat. Namun, saya masih menyukai metode pengajaran pra sekolah saat zaman saya. Pada zaman saya TK, kami diajarkan banyak keterampilan seperti membuat prakarya dari kertas, membentuk hewan atau benda dengan plastisin. Serta pengembangan musik, hobi, olahraga, bermain bersama teman dan belajar mengenal huruf serta angka. tidak jauh berbeda juga dengan pendidikan pra sekolah zaman sekarang. 

 Tetapi,  yang membedakannya salah satunya adalah pembelajaran bahasa asing dan kecanggihan teknologi. Dikarenakan juga tuntukan zaman yang mengharuskan kita untuk menguasai bahasa asing. Maka pada pendidikan para sekolah zaman sekarang lebih mendominankan bahasa asing dalam keseharian mereka. Menurut saya itu sangat baik, karena dengan mempelajari bahasa, maka perkembangan otak kiri semakin lebih optimal. Namun yang sangat saya sayang dengan pendidikan anak sekarang adalah terlalu banyak memperkenalkan kecanggihan teknologi. Contohnya anak TK ke sekolah sudah memakai gadget seperti smartphone dan ipad, hak itu hanya akan membuat ia terlena dengan dunia teknologi itu sendiri. Jadi anak cenderung lebih individualis dan tidak memetingkan hal yang berada di sekitarnya. Perkembangan teknologi memang baik untuk anak, tetapi kita sebagai orang dewasa dan orangtua mereka diahrapkan mampu memantau setiap perkembanagna anak, jangan suatu saat gasilitas yang kita berikan justru akan menghancurkan anak kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar