Kamis, 28 Februari 2013

Learning Style


 Setiap manusia memiliki variasi dan karakter yang berbeda-beda. Sama hal dengan gaya belajar dan gaya berpikir tiap orang. Gaya belajar dan berpikir bukanlah kemampuan, tetapi cara yang dipilih seseorang unutk menggunakan kemampuannya (Drysdale, Ross, &, 2001; Sternberg, 1997). Dalam dunia pendidikan, anak melaksanakan kegiatan belajar an berpikir yang berbeda-beda, bahkan cara mengajar dan berpikir setiap guru pun pasti berbeda. Tak satu pun diantara kita yang hanya punya satu gaya belajar dan berpikir. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan , namun orang lain lebih baik membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan lebih maksimal jika kita belajar langsung mempraktekkan dengan apa yang akan kita pelajari.
Ada dua gaya yang paling banyak didiskusikan dalam wacana tentang pembelajaran  yaitu : gaya impulsif - reflektifdan mendalam - dangkal.

a.       Gaya Impulsif  & reflektif
Disebut juga sebagai tempo konseptual, yakni ; murid cenderung bertindak cepat dan impulsif atau lebih banyak menggunakan waktu untuk merespon dan merenungkan suatu jawaban, sehingga cenderung melakukan kesalahan ketimbang murid yang reflektif. Murid yang reflektif lebih mungkin melakukan tugas seperti : mengingat informasi yang terstuktur. Membaca dengan memahami dan menginterpretasi teks, memecahkan problem dan membuat keputusan serta konsentrasi yang relevan pada suatu informasi. Murid yang reflektif biasanya standar kinerjanya lebih tinggi. Banyak bukti yang menunjukkan murid reflekt lebih efektif dan lebih baik dalam pelajaran sekolah daripada murid impulsif.

b.      Gaya Mendalam & Dangkal
Maksudnya adalah sejauh mana murid dapa mempelajari materi belajar dengan satu cara yang membantu mereka untuk makna materi belajar tersebut (gaya mendalam ) atau sekedar mencari apa saja yang perlu untuk dipelajari (gaya dangkal). Murid yang belajar dengan menggunakan gay dangkal tidak dapat mengaitkan apa saja yang telah mereka pelajari dengan konseptual yang lebih luas, mereka belajar secara pasif sehingga hanya mengingat pelajarannya saja. Murid yang belajar secara mendalam ( deep learner) justru kebalikan dari gaya dangkal. Mereka lebih aktif memahami apa-apa saja yang mereka pelajari dan memberi makna terhadap apa-apa saja yang perlu diingat (konsep pendekatan konstruktivis ) .Sehingga dapat memotivasi diri sendiri untuk belajar, sedangkan belajar dangkal dapat memotivasi diri sendiri jika ada reward dari luar seperti pujian dan tanggapan yang positif dari guru.

Strategi membantu pelajar dangkal supaya belajar secara mendalam :
Diskusilah dengan murid bahwa ada yang lebih penting dari sekedar mengingat materi
Ajukan pertanyaan dan beri tugas yang mensyaratkan murid untuk menyesuaikan informasi dengan kerangka yang lebih luas
Jadilah sebagai seorang model yang memproses informasi secara mendalam, bukan sekedar memberi informasi di permukaan saja.
Jangan menggunakan petanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak

Mengevaluasi Gaya Belajar dan Berpikir
Setiap anak nungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalm meyerap informasi , ingat jangan mengkacaukan gaya dengan kemampuan, seperti inteligensi. Gaya adalah cara murid menggunakan kemampuannya,
Akan sangat membantu dan efisien apabila kita dapat memahami cara belajar anak tersebut, cari jalan bagaimana agar cara belajarnya tersebut efisien bagi dirinya untuk ke depannya. Sehingga anak dapat lebih menggali potensi yanga da pada dirinya. Howard Garner (1993) menyatakan bahwa seorang anak mungkin punya gaya impulsifdalam bidang musik tetapi bergaya refleksif dalam memecahkan teka-teki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar